Perencanaan
Pemeliharaan Bebek Pedaging
Di
Desa Gesikan
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 2 KEBUMEN
B. Kata Penutup
PENGESAHAN
Laporan
ini disetujui dan disahkan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian laporan prakerin.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kebumen tahun 2015/2016 :
Hari :
Tanggal :
Tempat : SMK NEGERI 2 KEBUMEN
|
Peulis
|
|
Guru Pembimbing
Ridho Karjanto, SE
NIP: 19720501 200801
1 010
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup
sulit. Banyak sekali orang-orang yang menjadi pengangguran terutama di desa.
Sempitnya lapangan kerja dan kondisi ekonomi negara yang kurang stabil, membuat
jumlah pengangguran semakin meningkat. Bukan hanya itu pada tahun 2016 mau
tidak mau Indonesia harus menghadapi pasar bebas. Hal ini membuat persaingan
untuk mendapatkan lapangan pekerjaan semakin sulit. Maka dari itu saya mmilih
untuk melakukan wira usaha. Dalam hal ini saya akan membeli bibit bebek berumur
2 minggu dan akan saya jual pda umur 3-4 bulan yaitu pada ukuran bebek goreng.
B.
Tujuan
Tujuan saya
membuka wira usaha ini antara lain :
1.
Membuka
lapangan kerja untuk diri sendiri.
2.
Membuka
lapangan kerja di Desa Gesikan.
3.
Saya
ingin mandiri.
BAB II
ISI
A.
URAIAN
PERENCANAAN
1.
Modal
Modal saya peroleh dari uang tabungan saya yang bernilai Rp
3.000.000,00
2.
Perencanaan
Saya memilih
memelihara bebek diakhir bulan Oktober karena pada bulan Oktober sampa pada bulan Desember sawah di daerah saya
lahannya sebagian besar sedang kosong, tetapi sudah ada airnya. Untuk
mempersiapkan ini saya membuat kandang berukuran 4m × 4m agar saat sudah besar
saya tidak perlu untuk mengubah ukuran kandangnya. Kandang juga akan saya beri
lampu bohlam 5 watt dengan jumlah 4 buah. Ini berguna untuk penghangatan dan
penerangan.
Penjabaran
langkah-langkah :
a)
Membuat
kandang dari bambu, karena pekarngan saya ditumbuhi banyak bambu-bambu besar.
Sedangkan atapnya terbuat dari terpal berukuran 4mx6m. Tidak semua kandang
bebek tertutup oleh terpal, ini bertujuan agar pada siang hari bebek dapat
terkena sinar matahari. Untuk bagian yang tertutup terpal bagian tanahnya
dibuat agar lebih tinggi menggunakan
batu bata dan diberi jerami. Ini bertujuan agar pada musim hujan, bagian ini
tidak becek. Karena bagian ini digunakan untuk berteduh dan tidur bebek.
b)
Membeli
bekatul 200kg secara berkala 25kg/ minggu. Karena kondisi sawah yang tidak
ditanami ini membuat bebek bebas mencari makan di sawah. Secara otomatis bebek
akan irit dengan bekatul karena setiap siang hari sudah memakan makanan alami
di sawah. Selain itu karena bebek sudah berumur 2-3 minggu maka sudah tidak
masalah jika tidak diberi phoor. Untuk berjaga-jaga saya juga membeli Vitamin C
(Viterna) sebanyak 2 botol dengan harga Rp 45.000,00/botol.
c)
Membeli
bibit bebek berumur 2-3 minggu berjumlah 100 ekor dengan harga Rp
12.000,00/ekor. Pada kali ini saya memilih membeli di petani bebek saja, karena
agar saya lebih mudah untuk bernegosiasi dan meminta diajari karena disini saya
sebagai pemula.
d)
Membeli
lampu bohlam 5 watt sebanyak 4 buah dengan harga Rp 2.500,00/buah.
e)
Membeli
paku usuk 1/2kg dengan harga Rp 2.500,00.
3.
Pelaksanaan
a)
Pada
minggu ke 1
Setelah bibit
bebek sampai di tempat saya, maka saya tidak langsung menggiringnya ke sawah.
Melainkan akan saya keram terlebih dahulu di kandang selama 1minggu agar bibit
bebek beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tentunya pada minggu pertama bebek
saya berimakan bekatul secara full dengan saya campur dengan keong-keong kecil.
Kurang lebih menghabiskan 3kg/hari dan secara rutin saya beri Vitamin C dengan
takaran 2 tutup botol/hari.
b)
Pada
minggu ke 2
Bebek sudah
mulai saya giring ke sawah, tetapi saya harus sangat berhati-hati akan serangan
binatang buas. Selain itu kondisi bebek juga belum kuat dan masih perlu
beradaptasi. Maka saya masih memilih sawah-sawah yang dekat dengan daerah
pedesaan. Agar bebek juga bisa berteduh saat cuaca terlalu panas.
c)
Pada
minggu ke 3-8
Saya berani
mengembala bebek saya untuk menjauhi desa, karena pada umur 6 minggu kondisi
fisik bebek sudah cukup kuat untuk berada di alam beba. Pada kondisi seperti
ini tentu membuat bebek bebas mencaari makan di sawah. Tetapi untuk
berjaga-jaga saya memberi makan bebek 1×/hari pada siang hari dengan
menghabiskan 3-4kg bekatul. Tidak lupa juga saya memberi vitamin secar rutin.
d)
Pada
minggu ke 9
Pada mingggu
ini saya memulai unntuk mencari informasi tentang pasaran harga dan siapa yang
mau membeli bebek saya secara cash dan borongan. Karena :
1.
Saya
berniat menjual bebek saya sesuai ukuran bebek goreng, yaitu kurang lebih 3 bulan,
2.
Pada
awal bulan Januari di daerah saya sawah sudah ,ulai ditanami padi. Maka tidak
mungkin saya mengembala bebek di sawah.
e)
Pada
minggu ke 11
Pada minggu ini
saya menjual bebek saya secara borongan kepada siapa saja yang berani dengan
harga tertinggi dan membayarnya secara cash. Biasanya untuk harga bebek siap
potong seharga Rp 45.000,00. Sumber
: (www,ciputrabangsaentreprener.ship.com)
B.
PERHITUNGAN
UNTUNG/RUGI
1.
Pengeluaran
(rupiah)
Ø Bibit bebek 100 ekor 12.000×100 =
1.200.000
Ø Bekatul 200kg 3.000×200 = 600.000
Ø Terpal 1lembar 4mx6m 125.000 = 125.000
Ø Vitamin 2 botol 45.000×2 = 90.000
Ø Bohlam 4 buah 2.500×4 = 10.000
Ø Paku 1/2kg 2.500 = 2.500
Ø Listrik 2 bulan 10.000×2 = 20.000
Total =
Rp 2.047.500,00
2.
Pemasukan
(rupiah)
Ø Bila hidup semua =
100%×100×45.000 = Rp 4.500.000,00
Ø Bila hidup 80% =
80%×100×45.000 = Rp 3.600.000,00
Ø Bila hidup 50% =
50%×100×45.000 = Rp 2.250.000,00
3.
Untung/rugi
(rupiah)
Rumus
perhitungan unutng/rugi adalah harga jual – modal. Bila hasilnya positif(+)
maka untung dan bila hasilnya negatif(-) maka rugi.
Ø Bila hidup semua :
Untung/rugi =
4.500.000 – 2.047.500 = Rp 2.452.500,00
Ø Bila hidup 80% :
Untung/rugi =
3.600.000 – 2.047.500 = Rp 1.552.500,00
Ø Bila hidup 50% :
Untung/rugi =
2.250.000 – 2.047.500 = Rp 452.500,00
4.
Kesimpulan
Kesimpulannya
adalah keuntungan dari memelihara bebek di Desa Gesikan ini cukup besar.
Sedangkan untuk mencapai titik aman bebek harus hidup minimal 50%.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah penulis meneliiti lebih dalam tentang budidaya
bebek pedaging yang dijual pada ukuran “Bebek Goreng” maka penulis menarik
beberapa kesmpulan :
1)
Memelihara/
budidaya bebek lebih baik di desa, karena selain jauh dari keramaian juga masih
ada lahan untuk mengembala bebek.
2)
Membeli
bibit bebek sebaiknya berumur 2-3 minggu. Agar bibit bebek sudah tidak perlu
diberi phoor dan kondisi fisik bebek sudah kuat.
3)
Perkembangan
fisik bebek lebih signifikan jika dibandingan dengan ayam.
4)
Bebek
menyukai daratan yang berair.
5)
Jika
dibandingkan dengan ayam, bebek kuang lincah, jadi saat mengembala bebek harus
sangat berhati-hati akan serangan binatang buas.
6)
Bebek
tidak bpleh memakan bangkai, karena bisa menyebabkan kelumpuhan.
B.
KATA
PENUTUP
Demikian
hal-hal yang dapat saya sampaikan terkait “Budidaya Bebek Pedaging” oleh
penulis. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi pembaca untuk berwirausaha
terutama di bidang “Budidaya Bebek Pedaging”. Jika ada kesalahan pada karya
tulis ini, penulis meminta maaf yang setulus-tulusnya.
0 Response to "PEMELIHARAAN bebek pedaging SMK NEGERI 2 KEBUMEN"
Post a Comment